User Stories bukan untuk menuliskan requirement dengan lebih baik, ini untuk menumbuhkan kolaborasi.

Tulisan ini diterjemahkan dari artikel David Pereira yang diterbitkan di Serious Scrum, What Not To Do With User Stories.

Photo by Edwin Hooper on Unsplash

Apakah anda tahu bahwa kebanyakan Scrum Team di dunia bekerja menggunakan User Stories? Namun, beberapa miskonsepsi membatasi tim untuk berkembang pesat. David menemukan beberapa pertanyaan yang menggiring tim ke arah yang salah, contohnya:

  • Bagaimana saya dapat memberikan requirement yang lebih detail kepada para developer?
  • Bagaimana kita dapat memperoleh estimasi yang lebih baik dengan User Stories?

Sebetulnya, menulis User Stories yang lebih baik bukanlah intinya. Bukan juga mendefinisikan requirement dengan presisi. User Stories…


Kompetensi: Memahami dan Menjalankan Kerangka Kerja Scrum

Keseharian Seorang Scrum Master

Apa yang seorang Scrum Master lakukan sepanjang hari?

Menurut Scrum Guide, seorang Scrum Master harus melayani Development Team, Product Owner, dan organisasi.

Seorang Scrum Master:

- membantu menciptakan Development Team yang sukses:

  • tim yang dapat bekerja secara cross-functional
  • tim yang bertekad untuk peningkatan yang berkesinambungan (continuous improvement)

- mendukung Product Owner:

  • membuat Product Backlog yang transparan
  • memaksimalkan nilai suatu produk

- membantu organisasi menerapkan Scrum dengan sukses:

Seorang Scrum Master yang hebat:

  • mengelola hambatan, terutama yang…

Cara sederhana manajemen membantu pekerjaan tim

Photo by Tyler Nix on Unsplash

Gemba Walk

Genba dalam bahasa aslinya berarti “tempat pekerjaan benar-benar berlangsung.” Agar mudah dimengerti, dalam hal suatu perkara genba dapat disebut sebagai TKP (tempat kejadian perkara), yang lumrah digunakan dalam konteks lainnya belakangan ini.

Gemba Walk adalah suatu istilah dalam Lean di mana management “berjalan” di “tempat” di mana pekerjaan benar-benar berlangsung. Dalam hal Scrum, siapapun di luar tim (termasuk management) yang ingin lebih mengetahui tentang pekerjaan tim dan ingin berkontribusi dengan masukan yang dapat membantu dapat melakukan Gemba Walk. Gemba Walk dilakukan dengan mingle dengan tim dan berdiskusi tentang detail pekerjaan mereka.

Berikut beberapa pertanyaan sederhana yang dapat termasuk dalam percakapan…


Photo by Austin Distel on Unsplash

Berikut beberapa saran saya untuk melakukan Daily Scrum secara Remote, misalnya dalam keadaan Work From Home atau Work From Anywhere.

Persiapan

Jika belum, inilah saatnya untuk memecahkan Product Backlog Item (PBI), misalnya User Stories (US), kalian menjadi tugas harian. Tugas yang menurut kalian dapat diselesaikan dalam satu hari kerja.

  • Tanyakan apakah tugas ini bisa selesai dalam 1 hari kerja? Jika tidak, apa saja bagian dari tugas ini, apa yang bisa dibagi-bagi?
  • Apakah bagian ini bisa diselesaikan…


Kompetensi: Memahami dan Menjalankan Framework Scrum

Photo by Mathias Jensen on Unsplash

Tulisan ini akan menjelaskan tentang acara-acara (events) dalam Scrum. Ini adalah tulisan pada tingkat perkenalan yang akan menjelaskan cara kerja suatu Sprint, yang adalah juga suatu acara formal dalam Scrum, di mana tim diharapkan dapat berkolaborasi untuk menghasilkan increment yang berkualitas dan layak untuk di-release.

1 Sprint Planning

Sprint Planning dapat dibagi dalam dua bagian. Waktu untuk dua bagian ini dapat disamakan, dengan rehat di antaranya.

Bagian I: Apa yang harus dikerjakan

  • Rencanakan nilai yang akan dihantarkan. Tujuan dari suatu Sprint adalah menghasilkan sebagian pekerjaan yang selesai yang bernilai, layak dan siap untuk di-release segera. Nilai adalah tugas utama seorang Prodcut Owner. Product Owner harus menentukan nilai bisnis dan/atau…


Kompetensi: Memahami dan Menjalankan Scrum

Photo by Riccardo Annandale on Unsplash

Scrum adalah proses, tapi bukan suatu yang mudah diulangi. Scrum adalah suatu framework yang terdiri dari peraturan, peran, dan prinsip. Suatu framework yang dapat membantu dalam mencari cara kerja yang terbaik untuk kita.

Scrum perlu dilengkapi dengan peningkatan atau perbaikan proses engineering, manajemen produk, serta praktek-praktek terkait manusia dan organisasi. Pernyataan ini saja adalah sekumpulan hal yang sulit untuk dilakukan. Kita dapat dengan mudah mulai mempraktekkan Scrum, mengimplementasikan nilai-nilai Scrum sulit, terlebih lagi menjadikan kelengkapan di atas menjadi kenyataan sangatlah kompleks. Setidaknya, membutuhkan keberanian dan komitmen yang cukup besar dari suatu organisasi.

Selain itu, mengabaikan sebagian dari elemen Scrum dapat…


Kompetensi: Memahami dan Menjalankan Scrum

Photo by Adam Birkett on Unsplash

Nexus

Nexus adalah framework untuk scaling Scrum. Nexus, seperti Scrum, terdiri dari roles, events, artifacts, dan rules. Nexus dapat diterapkan untuk 3–9 Scrum Teams. Semua tim dalam Nexus bekerja terhadap satu Product Backlog, menghasilkan (satu) Increment yang terintegrasi, dan terutama mempunyai satu tujuan bersama (common goal).

Tujuan Nexus adalah menciptakan koneksi antar tim, dan terlebih menjaga kelangsungan bottom-up intelligence.

Fondasi dari Nexus adalah transparansi dan scaling dengan cara yang seseragam mungkin.

Nexus sebaiknya dijalankan jika sudah ada hasil positif dari 1–2 tim yang menjalankan Scrum.

Background

Saat bekerja dengan banyak tim, kendala utama yang dihadapi adalah ketergantungan (dependencies). Ketergantungan dapat terkait dengan:


Kompetensi: Memahami dan Menjalankan Scrum

Photo by Marvin Meyer on Unsplash

Untuk memahami dan menjalankan Scrum, kita mulai dengan Empiricism. Namun, sebelum melihat apa itu Empiricism, ada baiknya kita kembali dan melihat apa yang dimaksud dengan pengembangan perangkat lunak dengan Agile.

Agile Manifesto

Mungkin kita sudah sering membaca Agile Manifesto. Satu hal yang menarik untuk saya pada saat membaca kembali untuk mempersiapkan materi ini adalah “uncovering better ways,” yang saya ingin terjemahkan menjadi: terus/sedang menemukan cara yang lebih baik. Walaupun sedikit bertentangan dengan penerjemah awal ke Bahasa Indonesia, tapi menurut saya ini penting. …


Several weeks ago, Agile Twitter was discussing this Scrum Master (SM) job description, attached above. This is what some members of Agile BSD thought.

One experience… Planning and tracking progress is entrusted to the team. Only monitoring and advising is needed, since the Development Team was mature enough.

I personally think the SM is a people-development-oriented role. There is no team and individual development goal. It is too process-oriented. Points mentioned in the job desc should be after-effects of developing the team and its members.

Some members discussed that this organization is trying to move towards Agile but still clings…

-danny

Mouse-Clicking Expert, specialized in Process Hacking and People Development

Get the Medium app

A button that says 'Download on the App Store', and if clicked it will lead you to the iOS App store
A button that says 'Get it on, Google Play', and if clicked it will lead you to the Google Play store